Jadi Matre Itu Wajib
NEXT

Jadi Matre Itu Wajib

Ditulis oleh Mellinova

Sepulang dari reuni, satu kalimat terus mengganggu kepalamu:

“Uang memang bukan segalanya, tapi hampir semua hal penting punya biaya.”

Teman-teman membicarakan rumah, pernikahan, cicilan, sekolah anak, liburan, dan karier. Bahkan teman yang beberapa jam sebelumnya bicara paling romantis soal cinta, kamu lihat bertengkar dengan pasangannya gara-gara uang bensin.

Malam itu kamu mulai mempertanyakan satu kata yang selama ini terdengar buruk:

matre.

Bagaimana kalau menjadi matre tidak selalu berarti mengejar orang kaya atau hidup mewah?

Bagaimana kalau itu berarti berani mengakui bahwa kesehatan butuh biaya, rumah punya cicilan, masa tua perlu tabungan, dan cinta pun hidup di dunia tempat tagihan tetap datang setiap bulan?

Masalahnya, garis antara realistis dan serakah ternyata sangat tipis.

Kamu punya Damar, lelaki baik yang belum benar-benar mapan. Ketika hubungan mulai dibicarakan lebih serius, cinta tiba-tiba ditemani pertanyaan tentang penghasilan, rumah, anak, kesehatan, dan masa depan.

Damar berkata ia siap membangun semuanya dari nol.

Temanmu menjawab sederhana:

“Janji itu bagus. Tapi cicilan bank tidak menerima janji.”

Lalu hidup memberimu ujian yang lebih nyata.

Tawaran kerja dengan gaji hampir dua kali lipat tetapi waktu hidup yang jauh lebih sedikit. Ayah masuk rumah sakit dan angka di rekening mendadak terasa seperti kesempatan seseorang untuk pulang. Ada rumah yang mungkin bisa dibeli sekarang, tetapi uang mukanya akan menghabiskan hampir seluruh tabungan. Ada gengsi, investasi, karier, keluarga, keamanan, dan kehidupan yang ingin terlihat berhasil.

Setiap keputusan memaksamu memilih apa yang sebenarnya paling berharga.

Uang?

Cinta?

Keamanan?

Status?

Waktu?

Atau kemampuan untuk tetap menjadi manusia ketika semuanya mulai bisa dihitung?

Yang membuatnya semakin rumit, tidak ada jalur yang otomatis benar.

Terlalu romantis bisa membuatmu masuk kehidupan tanpa persiapan. Terlalu takut kehilangan uang bisa membuat hidupmu aman sampai lupa bagaimana rasanya benar-benar hidup. Mengejar status bisa membawamu ke rumah besar dengan meja makan yang kosong. Bahkan keputusan finansial yang tampaknya paling cerdas tetap bisa membawa seseorang kembali ke titik nol.

Sebaliknya, mungkin kamu dan Damar justru bisa belajar membicarakan cinta bersama Excel, utang, risiko, dan rencana masa depan—tanpa menjadikan hubungan sebagai transaksi. Bahkan ketika suatu hari posisi kalian berbalik dan penghasilan Damar lebih besar, prinsip yang kamu bangun akan kembali diuji.

JADI MATRE ITU WAJIB bukan cerita yang mengajarkan bahwa uang adalah segalanya.

Justru pertanyaannya jauh lebih mengganggu:

seberapa materialistis seseorang harus menjadi agar tidak naif—dan pada titik mana realisme berubah menjadi kerakusan?

Karena mungkin menjadi matre memang perlu, kalau artinya berani melihat biaya kehidupan tanpa pura-pura.

Tetapi ada satu batas yang harus kamu temukan sendiri:

semua hal mungkin punya biaya, tetapi tidak berarti semua hal punya harga.

WHAT HAPPENS NEXT?

Mulai dari awal, pilih setiap keputusan, dan temukan ending yang kamu dapatkan.